Orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing dan membina anaknya. Sebagai mana yang disebutkan dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. 66 : 6).
Ayat tersebut adalah penegasan bahwa orang tua mempunyai kewajiban untuk membina, membimbing, dan mendidik anaknya, bukan hanya sukses didunia tapi yang lebih tinggi lagi adalah terjauh dari azab api neraka. Dengan cara mengajarkan Al Qur’an pada anak. Apabila amanah ini dilaksanakan dengan baik, maka yang mendapat manfaatnya adalah orang tua, selain anak itu sendiri. Begitu berbahagianya seorang anak, manakala mendapat orang tua yang amanah, yang berusaha membimbingnya kearah yang benar. Namun begitu sengsaranya anak, manakala mempunyai orang tua yang tidak bertanggung jawab akan pembinaan anaknya
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu hadist bersabda:
“Hak anak atas orangtuanya ada tiga: memilihkan nama yang baik ketika lahir, mengajarkan kitabullah (Al-Qur’an) ketika mulai berpikir dan menikahkannya ketika dia dewasa.” (HR. Ahmad)
Allah Ta’ala juga mengganjal para pembaca dan pengamal Al-Qur’an dengan nikmat yang teramat besar. Kiranya nikmat-nikmat ini bisa menyadarkan kita betapa pentingnya mengajarkan Al-Qur’an pada anak agar mereka tumbuh sebagai manusia sholeh atau sholeha serta selamat dunia dan akhirat. Berikut 6 hadist yang menjelaskan keutamanaan membaca Al-Qur’an:
Pertama, Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu Amamah radiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)
Kedua, pembaca Al-Qur’an mendapatkan predikat sebagai insan terbaik. Dari Usman bin Affan radiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tarmidzi)
Ketiga, orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat di akhirat. Dari Aisyah radiallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia akan Bersama malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
Keempat, pembaca Al-Qur’an yang belum lancar akan mendapatkan pahala dua kali lipat saat belajar membacanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)
Kelima, pembaca Al-Qur’an diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala. Dari Umar bin Khattab radiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)
Keenam, pembaca Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya. Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)
Masya Allah. Begitu mulianya pembaca Al-Qur’an dan orang-orang yang mengamalkannya di hadapan Allah Ta’ala. Tentunya 6 hadist di atas memberi gambaran bagi kita betapa pentingnya mengajarkan Al-Qur’an pada anak sedini dan sebaik mungkin karena inilah kitab yang akan memberikan keselamatan bagi buah hati, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Sumber : rumahbelajarbilal.com